Sabtu, 08 September 2012

Engine Yamaha vs Honda. Awet mana..??

Banyak pertanyaan mampir kewarung IWB tentang…awet mana sih antara mesin Yamaha dan Honda (selalu kedua merek ini, apa tidak ada yang lain?? :mrgreen: ). Entahlah hanya sekedar pertanyaan pancingan atau memang serius bertanya…namun yang pasti rasa ingin tahu tersebut menggelitik untuk kita bahas…
Susah untuk menjawab secara tepat karena keawetan sebuah mesin sebenarnya tergantung dari perawatan siempu. Jadi dalam opini pribadi…apapun mereknya jika sampeyan santai dan ogah-ogahan mengganti oli mesin, dipastikan bakal cepat ambrol. Oli sebagai pelumas dimesin 4 tak ibarat darah yang mengalir ditubuh kita. Setiap jengkal sirkulasi yang melapisi permukaan jerohan adalah pelindung bagi part yang bergesekan. Fungsinya yang vital menjadikan oli dinobatkan sebagai kunci keawetan umur engine. Lha terus…pertanyaannya, awet mana nih Yamaha melawan Honda??…..
IWB dulu adalah pemakai Honda Megapro lansiran 2002. Suka duka memiliki produk sayap mengepak selama 8 tahun menjadikan IWB hafal betul karakter sikuda besi. Percaya atau tidak?? satu tahun pertama merupakan moment menjengkelkan bagi IWB. Ada saja masalah yang mendera diluar sisi engine. Seperti tromol belakang yang oval (menurut mekanik) alhasil jika motor direm, maka tuas dikaki turun naik secara halus. Kemudian pada umur 9 bulan, suara blok silinder kasar seperti rantai keteng kendor. Setelah dicek oleh kepala mekanik Wahana Lebak Bulus bernama Erwin, doi menemukan clearance blok dan silinder terlalu renggang. Untungnya kekesalan sedikit terobati sebab semua ditanggung klaim garansi tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun….
Masalah selesai?? tidak brosis. Pada umur 1,5tahun..engine ndut-ndutan jika terkena hujan deras. Parahnya seluruh mekanik yang IWB kunjungi hanya memberikan analisa ngawur tanpa mampu memberikan solusi. Ada yang bilang kompresi bocor (ini paling parah nih :mrgreen: ), serta kabel konslet. Yang terakhir lumayan pintar sayang finishing kurang greget. Motor hanya sembuh sementara. Penyakit mogok kembali terjadi kala hujan deras mengguyur Jakarta. Lelah….letih, kesal menjadi biang awal niat IWB untuk menjual tunggangan yang baru berumur 1,5 tahun. Curhat keteman IWB seorang engineering dan tidak menyangka….ternyata dialah dewa penolong. Menggunakan avometer, Soekarno ngecek satu persatu kabel lewat lampu depan. Hanya butuh 2 menit doi langsung membuka tutup casing sebelah kiri. Didekat sasis bergerombol kabel dibungkus karet. Disana terlihat soket kabel gosong berwarna hitam mengakibatkan seluruh kabel saling nempel. Tidak heran jika air masuk membuat koneksi bermasalah. Akhirnya problem solved!!. Apakah jadi dijual??….
Tidak!!. Karena setelah itu siMegy melenggang tanpa masalah. Herannya IWB merasa lari makin ngacir. Periode berganti. Pada umur 5 tahun kompresi mesin tetap padat berisi. Padahal tidak jarang IWB sering menggeber hingga gas mentok dan main selip kopling. Jeritan RPM tinggi sudah menjadi makanan sehari-hari. Maklum bro…kala itu adrenalin gampang terpompa akibat umur yang masih kepala dua. Menginjak motor usia 8 tahun, IWB tetap tidak merasa adanya penurunan power. Dipertegas ungkapan mekanik langgangan yang mengatakan bahwa kondisi sikuda besi masih prima tidak perlu servis besar. Salut tenan dengan mesin  racikan Honda. So untuk mengail speed 125km/jam??…cing cai brosis. Lari?? tidak kalah dengan sang kakak sekalipun. So pada periode 8 tahun memiliki Megy IWB hanya dua kali ganti kampas kopling serta 3 kali rantai keteng. Kesimpulan?? untuk masalah durability,  engine Honda IWB acungin jempol!!. Terus kepriye dengan Yamaha??….
Porsi problem secara keseluruhan lebih minim dibanding pabrikan sayap mengepak. Komparasi bisa IWB sandingkan dengan sikebo Byson. Dibuku diary IWB, paling hanya speedometer mengembun yang muncul diawal-awal memiliki sikuda besi. Inipun langsung diganti tanpa banyak ba bi bu. Mesin?? memiliki selama 1,5 tahun nyaris tiada keluhan. Yang bisa IWB ingat adalah rembesan oli tipis dipacking (klaim) serta tutup oli (ganti seal sendiri Rp. 2500). Selebihnya??…zero complaint. Nah…tapi keawetan dalam jangka panjang yang belum kelihatan brosis. Sebagai informasi, treatment IWB tidak ada perbedaan dibanding tunggangan lawas. Satu bulan sekali ganti oli dan perdua bulan sekali servis. Apakah engine Yamaha mampu tetap prima hingga 5 atau 8 tahun kedepan seperti Honda??. Maaf, IWB tidak bisa menjawab sebab baru 1,5 tahun mempunyai produk garputala (sport). Mungkin IWB serahkan ke-brosis semua untuk menjawab pertanyaan diatas. Awet mana mesin Yamaha vs. Honda?? monggo berikan testimoninya….(iwb)


Sumber : http://iwanbanaran.com/

2 komentar:

Make U Happy mengatakan...

kalo ane sih masih pilih honda sama vespa, pernah punya suzuki fr80 1984, suzuki a100 1994,shogun 1996, yamaha alpha 1991,mio 2007, vespa ps 1981, honda c70 1978, honda cb100, honda win, supra x 100 2003, supra x 125 2009, yang masih awet sampe skrg honda c70, supra x 2003, supra x 125, dan vespa ps. prdoduk honda awet bro, yamaha suzuki smakin tua semakin turun performanya. honda cb sama win dijual krn dah jarang naik turun gunung lagi maklum dah tua.

rayendra ain mengatakan...

bagusan mesin yamaha,kalau rusak ga merembet kemana2 kalau honda sekali rusak pusing....merembet kemana2 ga percaya tanya sama tukang bengkel pinggiran yakin mesin yamaha paling bagus

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Blogger Theme by Lasantha - Premium Blogger Templates | Affiliate Network Reviews